Recent Posts

Jumat, 17 Juli 2015

0 komentar

Inilah Cinta Sejati Seorang Istri

Cerita berikut ini merupakan contoh untuk kita harus menghormati pasangan kita dan saling berkomunikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Dalam berhubungan terutama berkeluarga sebaiknya kita bisa menerima penjelasan dari pasangan kita jangan mengandalkan emosi dan ego kita saja. Berikut kisah yang mengharukan semoga bisa membuka hati dan pikiran kalian dalam berkeluarga.

Kisah Cinta Sejati “Catatan Buku Cokelat”
Lima tahun usia pernikahanku dengan Cherly sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Cherly lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Cherly. Kami bertengkar pagi ini karena Cherly kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Cherly sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Cherly membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.
Kulihat Cherly tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. “Ia sungguh cantik” kataku dalam hati, “Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik”. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Cherly menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Cherly, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Xander, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm… aku tersenyum, Cherly yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.
6 September 2001, Tak sengaja kulihat Xander makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Xander tidak pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau berhenti…
23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Xander, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Bella. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…
Jantungku benar-benar mau berhenti. Bella, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Cherly telah mencapai 5 tahun.
Bella, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Cherly karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Bella lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Cherly. Aku sungguh tak menduga kalau Cherly mengetahui hubunganku dengan Bella.
4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Bella, Ia menghinaku dan mengatakan Xander telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Cherly sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Bella, dia pasti telah membuat hati Cherly sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Cherly rasakan saat itu.
14 Februari 2002, Xander melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.
14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Ignatius Xander. Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
7 April 2006, Xander marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Xander, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Xander agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Xander belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Cherly mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.
15 November 2007, Xander butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Xander.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Cherly tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Cherly sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Cherly dan ia terbangun… “Maafkan aku Cherly, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…”
( ) Read more
Best viewed on firefox 5+

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

Copyright © Design by Dadang Herdiana